BPPW Sulteng Tata RT 03 Kelurahan Petobo Lewat Program Kotaku

BPPW Sulteng Tata RT 03 Kelurahan Petobo Lewat Program Kotaku
Program Kotaku RT 03 RW 07 Kelurahan Petobo Kota Palu Sulawesi Tengah

Palu - Balai prasarana permukiman wilayah ( Bppw ) Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng ) pada tahun 2020, berhasil menata kawasan kumuh perkotaan melalui program Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku ). 

Salah satu Kelurahan yang disasar yakni Kelurahan Petobo RT 03 RW 07 atau tepatnya berada di jalan Merdeka Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

RT 03 kini telah berubah, sebelum dilaksanakan program Kotaku, jalan lingkungan RW 07 belum seindah saat ini. Program Kotaku telah merubah kawasan ini menjadi layak dan asri. Tak ada lagi jalan yang rusak dengan tonjolan bebatuan. 

Balai prasarana permukiman melalui PPK PKP II telah memperindah dengan membangun jalan rabat beton yang layak dan berkualitas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh BKM Posintuvu Ntodea Kelurahan Petobo bersama KSM Mandiri dan juga KSM Maleo.

Saat media ini memasuki kawasan RT 03 RW 07 Selasa 2/3/21 suasana berbeda tampak dari kejauhan, kian mendekat tersaji berbagai gambar mural nan eksotis mewarnai dinding dengan corak warna warni yang mencolok.

Perubahan ini merupakan buah karya kreatif program Kotaku dalam menata permukiman kumuh yang indah dan menarik dibawah kendali Zubaidi ST PPK PKP II Balai prasarana permukiman wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Zubaidi. ST program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung gerakan 100-0-100 yaitu 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh, 100 persen akses sanitasi layak.

Program Kotaku juga melibatkan kelompok masyarakat baik sebagai tukang maupun buruh dengan sistem padat karya tunai ( PKT ).

Melalui program ini terserap tenaga kerja 2.500 orang yang tersebar di 45 Kelurahan yang disasar program Kotaku pada tahun 2020 kemarin.

Selain membuka lapangan kerja baru di masa pandemik, program Kotaku juga ikut berkontribusi terhadap perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak saat bencana alam gempa bumi 2018 lalu.

Kepala Balai Prasarana permukiman wilayah Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Ferdinan Kana Lo. ST. MT dalam kesempatanya ditemui 01/02/21 menjelaskan, program infrastruktur kerakyatan termasuk program Kotaku adalah mewujudkan akses infrastruktur yang layak dalam memenuhi pelayanan dasar di permukiman padat penduduk.

Rahim warga RT 03 Selasa 2/03/21 mengungkapkan bahwa kegiatan pembangunan jalan melalui program Kotaku di Kelurahan Petobo yang dilaksanakan pemerintah telah memberi dampak positif bagi warga di RT 03 RW 07 dalam beraktivitas sehari-hari.

Kedepan kami berharap RT 03 ini tetap diperhatikan sehingga jalan lingkungan yang belum tersentuh pembangunan saat ini, berikutnya akan diprioritaskan. 

PROGRAM BPPW SULTENG KOTAKU
Ilyas I. Pau

Ilyas I. Pau

Previous Article

Pengawasan Lemah, Kualitas Proyek Aspal...

Next Article

LS ADI Gelar Doa Bersama Bagi Korban Longsor...

Related Posts

Peringkat

Profle

Asridal verified

Siswandi

Siswandi

Postingan Bulan ini: 34

Postingan Tahun ini: 652

Registered: Jan 25, 2021

Subhan Riyadi

Subhan Riyadi

Postingan Bulan ini: 26

Postingan Tahun ini: 530

Registered: Jan 23, 2021

Ratna Palupi

Ratna Palupi

Postingan Bulan ini: 11

Postingan Tahun ini: 138

Registered: Jan 21, 2021

Bilwadi_wk

Bilwadi_wk

Postingan Bulan ini: 11

Postingan Tahun ini: 163

Registered: Feb 4, 2021

Profle

Aleks Waine

Kades Hurun Caci Maki Wartawan Saat Konfirmasi Dana Desanya
Proyek Pengendalian Banjir di Sungai Bottoe Barru Diduga Gunakan Material Ilegal
Investor Dukung Program  Pemberdayaan Ekonomi  Masyarakat Pesisir Sendang Biru 
PSDKP Selayar Serahkan 4 Orang Pelaku Bom Ikan ke Kejari

Follow Us

Recommended Posts

Polres Morowali Amankan  RN Dan ZI  Curi Kotak Amal Masjid
Tuntut Referendum, KNPB Bersama 110 Organisasi Menolak Pengesahan RUU Otsus Jilid II Untuk Papua
Jalin Sinergitas Dengan Wartawan, Danlanal Palu Ajak Ngopi Bareng
Ketua FKUB Morowali Kutuk Keras Bom Buduh Diri Gereja Katedral Makassar
Dikbud Kabupaten Morowali Gelar Finalisasi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah